
PETGAS adalah perusahaan internasional yang berdedikasi memberikan penanganan akhir yang benar bagi sampah plastik sulit didaur ulang dengan mengubahnya menjadi aditif bahan bakar non-fosil berkadar sulfur sangat rendah, melalui teknologi yang dikenal luas sebagai pirolisis, yang kami inovasikan menjadi bersih dan tanpa ketergantungan pada bahan kimia eksternal.
Plastik dibuat dari minyak bumi. Melalui proses kami, rantai karbonnya dapat dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan energi baru.
Program netralitas plastik Petgas dirancang untuk memitigasi jejak plastik individu, perusahaan, maupun organisasi melalui sertifikat yang dapat diverifikasi di blockchain. Sebuah solusi untuk melawan praktik greenwashing plastik global.
Ikut Program Ini
Di Indonesia, jutaan ton sampah rumah tangga dan sejenisnya dihasilkan setiap tahun. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, sekitar 59,7% timbulan sampah berstatus terkelola, sementara 40,3% sisanya tidak terkelola sama sekali.
Pengelolaan sampah di Indonesia masih bertumpu pada pengumpulan dan penimbunan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga material yang sebenarnya masih bisa dikembalikan ke sistem produktif justru terbuang, dan mencemari udara, tanah, serta laut.
Menurut data SIPSN 2024, Indonesia mencatat 34,2 juta ton timbulan sampah — angka ini baru berasal dari 317 dari 514 kabupaten/kota, sehingga jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar. Plastik menyumbang 20,16% dari komposisi sampah nasional. PETGAS mendorong skema pengelolaan terpadu yang mencakup pemilahan yang benar, peningkatan nilai, dan penciptaan rantai produktif baru dalam model ekonomi sirkular tertutup.
Timbulan sampah nasional tercatat (SIPSN 2024)
13,8 juta ton tidak terkelola · 20,4 juta ton (59,7%) terkelola
Pencemaran udara, tanah, dan laut akibat pengelolaan sampah yang tidak memadai
Model ekonomi sirkular terpadu dengan pengelolaan plastik menyeluruh
Sampah Harian (TPST Bantargebang, Bekasi)
Sampah Harian (TPA Sarimukti, Bandung Barat)
Sampah Nasional Tidak Terkelola
Plastik dalam Komposisi Sampah
Bahan bakar yang diproduksi Petgas kompatibel dengan mesin konvensional apa pun, tanpa perlu modifikasi, dengan jejak karbon lebih rendah dibanding bahan bakar fosil.

Aditif Bensin berkadar Sulfur Sangat Rendah, Oktan Tinggi. Mewakili 48% dari produk akhir.

Aditif DIESEL berkadar Sulfur Sangat Rendah, Setana Tinggi. Mewakili 28% dari produk akhir.

Aditif Kerosin berkadar Sulfur Sangat Rendah, Nilai Kalor Tinggi. Basis untuk JetFuel.
Mengilapkan dan melindungi kayu, pelumasan industri. Produk serbaguna berkualitas tinggi.

Produk sekunder serbaguna untuk berbagai penggunaan industri. Mewakili 5% dari produk akhir.

Residu dengan nilai kalor tinggi. Ideal untuk industri semen dan baja.
Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) Indonesia yang ditingkatkan, disampaikan ke UNFCCC pada September 2022, menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Dokumen ini memuat langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, dengan penekanan pada sektor kunci seperti energi, kehutanan, pertanian, limbah, dan proses industri — sejalan dengan Perjanjian Paris.
Unduh Dokumen Lengkap
Perjanjian Paris adalah perjanjian internasional dalam kerangka Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), yang diadopsi pada tahun 2015. Tujuan utamanya adalah membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C dari tingkat praindustri, dengan upaya menahannya pada 1,5°C melalui mitigasi, adaptasi, dan pendanaan iklim. Indonesia meratifikasinya melalui Undang-Undang No. 16 Tahun 2016.
Unduh Dokumen LengkapHubungi tim Petgas di Indonesia jika Anda ingin berkontribusi. Bersama kita dapat mewujudkan masa depan regeneratif dan mencegah plastik berakhir di laut.
contacto@petgas.id
+52 1 999 995 1443
www.petgas.id
Indonesia